Dalam
kehidupan manusia didunia ini, banyak sekali aktifitas yang menghiasi kehidupan
manusia, ada yang bersifat positif dan adapula yang bersifat negatif, namun
kenyataannya banyak sekali manusia yang memilih aktifitas yang bersifat negatif.
Salah satu diantaranya berasal dari kalangan pelajar didunia ini. Karena
disekolah mereka bertemu dengan lawan jenisnya, sehingga banyak sekali diantara
mereka yang menjalin hubungan atau dikenal dengan istilah pacaran.
Pacaran,
siapa orang yang tidak tahu istilah yang satu ini, pacaran merupakan proses
perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam tahap pencarian
kecocokan menuju kehidupan keluarga yang dikenal dengan pernikahan. Menurut
ajaran islam berpacaran itu dilarang, memang tidak dijelaskan secara rinci,
tetapi banyak sekali dalil yang dapat dijadikan sebagai rujukan untuk
pelarangan aktifitas pacaran tersebut. Telah jelas didalam al-qur’an, islam itu
adalah agama yang mengharamkan perbuatan zina, termasuk juga perbuatan yang
mendekati zina ” DAN JANGANLAH KAMU
MENDEKATI ZINA, SESUNGGUHNYA ZINA ITU ADALAH SUATU PERBUATAN KEJI DAN JALAN
YANG AMAT BURUK”, (Qs.Al-isra, 17:32)
Apa
saja perbuatan yang tergolong mendekati zina itu?
Diantaranya adalah:
saling memandang, bersentuhan( berpegangan tangan, berpelukan, berciuman dll),
berdua-duaan dll. Karena unsur-unsur itu dilarang dalam ajaran islam, maka
tentu saja hal-hal yang didalamnya terdapat unsur tersebut adalah dilarang.
Termasuk aktifitas yang namanya pacaran.
Memang ada sebagian orang yang tampak meningkat proses
belajarnya, saat menjalin hubungan pacaran dengan orang yang dikasihinya,
misalnya saja dia berpacaran dengan teman sekelasnya. Ada orang yang merasa
malu apabila kualitas belajarnya menurun, sehingga terus belajar dan akhirnya
proses belajarnya meningkat. Tapi apakah ini akan berlangsung lama?, ada yang
mengatakan bahwa pacaran itu aktifitas tangis dan tawa, artinya bahwa pacaran
tidak seterusnya bahagia, suatu saat nanti pasti akan merasakn kesedihan.
Hal itu dikarenakan
karena berpacaran itu adalah jalinan hubungan yang semu, sehingga wajar saja
salah satu diantaranya melakukan penghianatan.dalam kondisi seperti initak
jarang siswa mengalami frustasi dan malas belajar, karena frustasi memikirkan
kekasihnya. Tak belebihan jika agama melarang aktifitas tersebut, usia remaja
merupakan usia coba-coba, apapun ia coba sehingga banyak sekali para remaja
yang terjebak pergaulan bebas yang dimulai dari proses pacaran tadi.
Dalam kehidupan yang sudah tercampur dengan dunia barat,
berpacaran memang sulit dihindari, bayangkan saja satu kedipan saja antar lawan
jenis membuat orang jatuh cinta dan akhirnya berpacaran. Tetapi kita seharusnya
bias menghindari itu dengan lebih focus dengan cita- cita yang kita inginkan.
Kita tidak lagi terbuai dengan rayuan asmara antar lawan jenis. Walaupun
berpacaran dapat membuat orang semangat tetapi lebih baik semagat itu tidak
dilandasi dengan berpacaran yang
ujung-ujungnya menurunkan proses belajar ita yang akhirnya membuat kita gagal
meraih apa yang kita cita-citakan.
